Materi Pengantar Pendidikan (1)

December 8, 2009 at 1:39 am | Posted in Uncategorized | Comments Off

Pandangan tentang manusia
Hakekat manusia disimpulkan sebagai gabungan dari empat unsur, yaitu makhluk individu, sosial, susila dan beragama.

Pendidikan berfungsi untuk memanusiakan manusia. Tanpa pendidikan, manusia tidak akan dapat menjadi manusia. Pendidikan merupakan kegiatan antar manusia, yaitu oleh manusia dan untuk manusia sebab hanya manusia yang secara sadar melaksanakan usaha pendidikan untuk manusia lainnya.
Binatang tidak memerlukan pendidikan, dan tidak pula dapat dididik. Pada binatang hanya dapat dilakukan dressur. Maksudnya, binatang ini dilatih hingga dapat mengerjakan sesuatu yang sifatnya statis.

Pengertian Pokok Hakekat Manusia
Pandangan psikoanalitik terdiri dari 2 yakni pandangan psikoanalitik tradisonal dan paham neoanalitik. Freud mengemukakan bahwa struktur kepribadian seseorang meliputi 3 komponen, yaitu id, ego, dan superego. Id meliputi berbagai insting yang mendasari perkembangan seseorang. Fungsi id ialah mendorong seseorang untuk memuaskan kebutuhannya setiap waktu sepanjang hidupnya. Ego artinya fungsi kepribadian yang menjembatani antara id dan lingkungan. Superego berfungsi mengawasi atau mengontrol agar tingkah laku seseorang sesuai dengan aturan yang meliputi perintah, larangan, nilai, moral dan adat.
Paham neoanalitik lebih menekankan ego sebagai pusat kepribadian seseorang.

Pandangan Humanistik menurut Rogers, manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya, dan untuk berbagai hal mampu menentukan nasib sendiri.

Pandangan Martin Buber, mengemukakan bahwa manusia adalah makhluk yang cerdik. Keberdaan manusia merupakan keberadaan yang berpotensi yang terbatas secara faktual, tidak mendasar, tetapi dapat terus-menerus dikembangkan.

Pandangan Behavioristik, menurut Hansen, lingkungan adalah penentu tunggal dari tingkah laku manusia, dan tingkah laku ini merupakan kemampuan yang dipelajari. Perkembangan kepribadian manusia hanya tergantung pada lingkungannya.

Hakekat Pendidikan
Ilmu Pendidikan mengandung 2 unsur yaitu unsur ilmu pengetahuan dan unsur pendidikan. Sebagai unsur ilmu pengetahuan, ilmu kependidikan menyusun batang tubuh pengetahuan teoritas berdasarkan epistemologis keilmuan yang logis, analitis, sistematis dan teruji kebenarannya. Ilmi pendidikan sebagai unsur ilmu pengetahuan pada hakekatnya memiliki beberapa makna, yakni makna pada bidang kelimuan, bidang perangkat pengetahuan dan bidang metode.

Konsep Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal di dalam kehidupan manusia. Dimanapun dan kapanpun di dunia ini terdapat pendidikan. Pendidikan dipandang merupakan kegiatan manusia untuk memanusiakan manusia sendiri, yaitu agar manusia berbudaya.

Pengertian pendidikan ditinjau dari artikata etimologis.
Bahasa Indonesia; mengartikan kata pendidikan sebagai perbuatan (hal, cara) mendidik. Sedangkan artika mendidik ialah memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Bahasa Jawa; panggulawentah berarti mengelola, membina kejiwaannya dengan mematangkan perasaannya, pikiran kemauan dan watak sang anak.

Definisi pendidikan menurut Langeveld, mendidik adalah memberikan pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju ke arah kedewasaan dalam arti dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab susila atas segala tindakan-tindakannya menurut pilihannya sendiri.
Menurut John Dewey, pendidikan sebagai suatu proses, dimana pendidikan diartikan sebagai tuntunan terhadap proses pertumbuhan dan proses sosialisasi dari anak.
Menurut ki Hajar Dewantoro, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrad yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Pandangan Mono Disipliner
Pandangan Sosiologis; pendidikan merupakan usaha (proses) pewarisan sosial dari generasi ke generasi.
Pandangan Antropologik (budaya); pendidikan adalah usaha pemindahan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Pandangan Psikologik; pendidikan sebagai perkembangan (pertumbuhan) kapasitas individu secara optimal.
Pandangan ekonomi; pendidikan sebagai usaha penanaman modal insani.
Pandangan politik; pendidikan diartikan sebagai usaha pembinaan kader bangsa.
Pandangan filosofi; (a) manusia sebagai Homo Religious, mengembangkan kesadaran beragama melalui pendidikan agama; (b) manusia sebagai Homo Sapience (makhluk rasional/berfikir), mengembangkan kemampuan berfikir anak/subyek didik, melalui pendidikan intelektual (kognitif); (c) manusia sebagai Homo Ekonomikus (makhluk ekonomi), membimbing anak hingga dapat bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi; (d) manusia sebagai Homo Faber (makhluk berpiranti/berbuat), mengembangkan dan melatih berbagai macam ketrampilan; (e) manusia sebagai Homo etis (makhluk susila), menanamkan norma-norma kesusilaan dan mampu berbuat susila; (f) manusia sebagai Homo Socius (makhluk sosial), proses sosialisasi atau mempersiapkan hidup di masyarakat; (g) manusia sebagai Homo Mono Dualis (makhluk dwitunggal yaitu jasmani dan rohani), mengembangkan kedua aspek tersebut sebagai kesatuan; (h) manusia sebagai makhluk Homo Mono pluralis (makhluk seutuhnya dari bermacam-macam segi), mengembangkan semua segi kepribadiannya (individu, sosila, susila, agama, kecerdasan, ketrampilan dst)

Pendidikan suatu sistem
Sistem diartikan sebagai serangkaian komponen/bagian yang saling berkaitan dan berfungsi ke arah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Semua sistem mempunyai: tujuan, komponen, interaksi, proses tranformasi, umpan balik, daerah batasan dan lingkungan.

Komponen-komponen dalam sistem pendidikan
Terdiri dari: tujuan Pendidikan, isi bahan pendidikan, metode pendidikan, alat pendidikan, pendidik, terdidik, lingkungan pendidikan

Landasan dan Asas Pendidikan
Landasan Filosofis; filsafat merupakan sistem nilai yang dijadikan pedoman dan arah pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.
Landasan Psikologis; landasan psikologi lebih ditekankan kepada perkembangan peserta didik,
Landasan Sosiologis; pendidikan berlangsung dalam pergaulan. Interaksi antara pendidik (guru) dengan peserta didik (murid) di sekolah berlangsung dalam suatu proses yang disebut proses belajar mengajar dengan demikian kegiatan mengajar pada dasarnya merupakan kegiatan sosial, dan pendidikan itu berlangsung dalam masyarakat.
Landasan Kultural; landasan kultural pendidikan mudah dipahami mengingat pendidikan itu disamping sifatnya praktis tetapi juga normatif. Karena sifatnya normatif maka pendidikan memerlukan norma-norma yang dapat dijadikan isi maupun tujuan pendidikan.
Landasan Pengetahuan dan Teknologi; ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting dan mempengaruhi perkembangan di segala bidang kehidupan dan pembangunan.

Asas Tutwuri Handayani; dari belakang memberikan kewaspadaan, maksudnya ialah jangan menarik-narik anak dari depan, biarkan mereka mencari jalan sendiri, kalau anak-anak salah jalan, barulah si pamong boleh mencampurkan dirinya.
Asas Pendidikan Seumur Hidup; dalam GBHN Tap MPR no II/MPR/1983, pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan msyarakat. Pendidikan bagi warga negara Indonesia berlangsung sejak manusia lahir sampai meninggal dan dilaksanakan oleh sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal.

Masyarakat Masa Depan
Berpangkal dari analisis perkembangan dan kecenderungan yang terjadi di bidang ilmu teknologi arus globalisasi, arus komunikasi serta pelayanan profesional dalam pelbagai bidang kehidupan manusia dapat mempengaruhi kehidupan suatu bangsa dan masyarakat dunia.

Ciri-ciri Masyarakat Masa Depan
- masyarakat yang saling berhubungan satu sama lain
- saling ketergantungan
- saling kompetitif
- saling pengertian
- saling terbuka

Antisipasi Terhadap Masyarakat Masa Depan
Langkah 1; kehidupan untuk saling berhubunga, saling ketergantungan, saling berkompetisi dan saling keterbukaan tidak harus dinanti dengan berpeluk tangan, tetapi harus diraih dan dikejar secara dinamis dan terarah.
Langkah 2; masyarakat harus berusaha bekerja dengan keras dan tekun dan terarah dalam berbagai bidang kehidupan.
Langkah 3; menguasi IPTEK, informasi dan mampu bekerja secara profesional.
Langkah 4; mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu sektor pembangunan yang paling menentukan bagi perkembangan sumber daya manusia.
Langkah 5; perlu menghilangkan kebiasaan atau budaya yang merugikan masyarakat, seperti munafik, segan dan enggan, berjiwa feodal, percaya takhayul, boros, ingin cepat kaya, dengki, tukang tiru.
Langkah 6; memiliki kepribadian yang kuat baik sebagai pribadi, anggota masyarakat dan bangsa.
Langkah 7; tuntutan kehidupan beragama yang baik.

Upaya mengantisipasi masa depan
Perubahan nilai dan sikap (melalui upaya pendidikan, pembinaan generasi muda), pengembangan budaya dan sarana kehidupan, pengembangan sarana pendidikan.

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: