BIMBINGAN DAN KONSELING

February 9, 2010 at 1:20 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Pengertian Bimbingan
Pengertian bimbingan menurut Rochman Natawidjaja (1978) : Bimbingan adalah peroses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga ida sanggup memahami diri dan dia dapat mengecap sesuai dengan tuntunan dan keadaan keluarga secara masyarakat. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberi sumbangan yang berarti.

Pengertian bimbingan menurut Bimo Walgio (1982 : 11) Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-esulitan didalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.

Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli itu, dpaat dikemukakan bahwa bimbingan merupakan :
a) Suatu proses yang berkesinambungan.
b) Suatu proses yang membantu individu.
c) Bantuan yang diberikan itu dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat mengarahkan dan mengambangkan dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuan / potensinya.
d) Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan bantuan agar individu dapat memahami keadaan dirinya dan mampu menyesuaikan dengan lingkungannya.

Pengertian Konseling
Banyak ahli yang memberikan makna tentang konseling. Menurut James P. Adam yang dikutip oleh Depdikbud (1976: I9a) : Konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu di mana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungan jiwa dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapatlah dikatakan bahwa kegiatan konseling itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a) Pada umumnya dilaksanakan secara adividual
b) Pada umumnya dilakukan dalam suatu perjumpaan tatap muka.
c) Untuk pelaksanaan konseling dibutuhkan orang yang ahli.
d) Tujuan pembelajaraan dalam proses konseling ini diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
e) Individu yang menerima layanan (klien) akhirnya marnpu memecahkan masalahnya dengan kemampuannya sendiri.

Tujuan Bimbingan di Sekolah
Layanan.bimbingan sangat dibutuhkan agar siswa-siswa yang mempunyai masalah sehingga mereka dapat belajar lebih baik. Dalam kurikulum SMA tahun 1975 Buku III C dinyatakan bahwa tujuan bimbingan di sekolah adalah membantu siswa :
1) Mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
2) Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dilakukannya pada saat proses belajar-mengajar berjalan di dalam hubungan sosial.
3) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani
4) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan kelanjutan studi.
5) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungati gengan perencanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka tamat.
6) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah sosial emosional di sekolah yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri, terhadap lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan yang lebih luas.

Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pembelajaran Siswa
Dalam proses pembelajaran siswa. setiap guru mempunyai keinginan agar semua siswanya dapat memperoleh hasil belajar lebih baik dan memuaskan. Harapan tersebut sering kali kandas dan tidak bisa terwujud, sering mengalami berbagai macam kesulitan dalam belajar. Sebagai pertanda bahwa siswa mengalami kesulitaui dalam belajar dapat diketahui dari berbagai jenis gejalanya seperti dikemukakan Abu Ahmadi (1977) sebagai berikut:
1) Hasil belajarnya rendah, di bawah rata-rata kelas.
2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukannya.
3) Menunjukkan sikap yang kurang wajar : suka menentang, dusta, tidak mau menyelesaikan tugas-tugas, dan sebagainya.
4) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti suka membolos, suka mengganggu dan sebagainya.
Bimbingan dan koseling dapat memberikan layanan dalam:
(1) bimbingan belajar
(2) bimbingan sosial, dan
(3) bimbingan dalam mengatatasi masalah-masalah pribadi.

a. Bimbingan Belajar
Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Bimbingan ini antara lain meliputi:
 Cara belajar, baik belajar secara kelompok ataupun individual.
 Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar.
 Efisiensi dalam menggunakan buku-buku pelajaran.
 Cara mengstasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajuran tertentu.
 Cara, proses dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.

b. Bimbingan Sosial
Bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan masalah sosial, sehingga terciptalah suasana belaiar-mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi (1977) bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk :
 Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai.
 Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai.
 Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu.
Di samping itu, bimbingan sosial juga dimaksudkan agar siswa dapat melakukan penyesuaian diri terhadap teman sebayanya baik di sekolah maupun di sekolah (Downing, 1978).

c. Bimbingan dalam Mengatasi Masalah-Masalah Pribadi
Kurikulum SMA tahun 1975 Buku III C tentang Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan dinyatakan ada beberapa masalah pribadi yang memerlukan bantuan konseling, yaitu masalah akibat konflik antara :
 Perkembangan intelektual dengan emosionalnya.
 Bakat dengan aspirasi lingkungannya.
 Kehendak siswa dengan orang tua atau lingkungannya.
 Kepentingan siswa dengan orang tua atau lingkungannya.
 Situasi sekolah dengan situasi lingkungan.

Masalah-masalah pribadi ini juga sering ditimbulkan oleh hubungan mudamudi. Selanjutnya juga dikemukakan oleh Downing (1968) bahwa layanan bimbingan di sekolah sangat bermanfaat terutama dalam membantu :
 Menciptakan suasana hubungan sosial yang menyenangkan.
 Menciptakan atau mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
 Meningkatkan motivasi belajar siswa.
 Menciptakan timbulnya minat belajar.

Landasan Bimbingan dan Konseling Winkel (1991)
landasan-landasan itu adalah sebagai berikut :
a. Bimbingan selalu memperhatikan perkembangan siswa sebagai individu yang mandiri dan mempunyai potensi untuk berkembang.
b. Bimbing berkisar pada dunia subjektif masing-masing individu.
c. Kegiatan bimbingan dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara pembimbing dengan yang dibimbing.
d. Pelayanan ditujukan kepada semua siswa, tidak hanya untuk individu yang bermasalah saja.
e. Bimbingan merupakan suatu proses, yaitu bedangsun secara terus-menerus, berkesinambungan, berurutan, dan mengikuti tahap-tahap perkembangan anak.

Prinsip-Prinsip Operasional Bimbingan dan Konseling di Sekolah

a) Prinsip-prinsip Umum
Prinsip-prinsip umum ini antara lain :
 Karena bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu, perlu diingat bahwa sikap dan tingkah laku itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan ruwet, sikap dan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh pengalaman-pengalamannya. Oleh karena itu, dalam pemberian layanan perlu dikaji kehidupan masa lalu klien, yang diperkirakan mempengaruhi timbulnya masalah tersebut.
 Perlu dikenal dan dipahami karakteri individual dari individu yang dibimbing.
 Bimbingan diarahkan kepada bantuan yang diberikan supayaindividu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghadapi kesulitan-kesulitannya.
 Program bimbingan harus sesuat dengan program pendidikan di sekolah yang bersangkutan

b) Prinsip-Prinsip Khusus yang Berhubungan dengan Individual yang Memberikan Bimbingan
 Konselor di sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan kemampuannya.
 Konselor harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbaga latihan penataran.
 Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya, sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik.
 Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya.

Asas-Asas Bimbingan dan Konseling
Asas adalah hal yang harus dipenuhi dalam melaksanakan suatu kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Menurut Priyatno (1982) ada beberapa asas yang perlu diperhatikan, yaitu :
a. Asas Kerahasiaan
b. Asas Keterbukaan
c. Asas Kesukarelaan
d. Asas Kekinian
e. Asas Kegiatan
f. Asas Kedinamisan
g. Asas Keterpaduan
h. Asas kenormatifan
i. Asas Keahlian
j. Asas Alih Tangan
k. Asas Tut Wuri Handayani

Orientasi Layanan Bimbingan dan Konseling
Menurut Humphreys dan Traxler (1954) sikap dasar pekerjaan bimbingan itu ialah bahwa individual merupakan suatu hal yang sangat penting. Prayitno (1982) menyatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling harus berorientasi pada masalah-masalah yang dihadapi oleh klien pada saat ia berkonsultasi. Dengan istilah lain disebutkan asas kekinian. Ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling harus berpusat/berorientasi pada masalah yang dihadapi oleh klien. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya menekankan pada (a) Orientasi individual, (b) Orientasi perkembangan siswa, dan (c) Orientasi permasalahan yang dihadapi siswa.

Kode Etik Bimbingan dan Konseling
Untuk menyatakan pandangan tentang kode etik jabatan, berikut ini dikemukakan suatu rumusan dari Winkel (1992): “Kode etik jabatan ialah pola ketentuan/aturan/tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi.” Sehubungan dengan itu, Bimo Walgito (1980) mengemukakan berapa butir rumusan kode etik bimbingan dan konseling sebagai berikut :
a) Pembimbing atau pejabat lain yang memegang jabatan dalam bidang bimbingan dan penyuluhan harus memegang teguh Prinsif-prinsif bimbingan dan konseling.
b) Pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya, dengan membatasi diri pada keahliannya atau wewenangnya. Karena itu, pembimbing jangan sampai mencampuri wewenang serta tanggun jawab yang bukan wewenang serta tanggung jawabnya.

Seorang pembimbing harus :
 Dapat memegang atau menyimpan rahasia klien dengan sebaik-baiknya.
 Menunjukkan sikap hormat kepada klien.
 Menunjukkan penghargaan yang sama kepada bermacam-macam klien.
 Meminta bantuan ahli dalam bidang lain di luar kemampuan atau diluar keahliannya ataupun di luar keahlian stafnya yang diperlukan dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.
 Pembimbing harus selalu menyadari akan tanggung jawabnya yang berat yang memerlukan pengabdian penuh.

PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING
- BK merupakan pelayanan psiko-paedagogis dalam bingkai budayaIndonesia dan religius.
-Arah BK mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal.
-Membantu siswa agar mampu mengatasiberbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat perkembangannya.

VISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan YME, sebagai makhluk individu, dan makhluk sosial dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta.

MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa secara efektif, kreatif, dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam:
(1)Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME;
(2)Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan;
(3)Pengarahan diri ke arah dimensi spiritual;
(4)Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ, dan SQ; dan
(5)Pengaktualisasian diri secara optimal.

LAYANAN ORIENTASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memahami lingkungan yang baru dimasuki, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu

LAYANAN INFORMASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik.

LAYANAN PEMBELAJARAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.

LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (di dalam kelas, kelompok belajar, program studi, program latihan, magang, ko/ekstra kurikuler, dll) sesuai dengan potensi, bakat dan minat, serta kondisi pribadinya.

LAYANAN KONSELING PERORANGAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan masalah pribadi yang dideritanya.

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu dan/atau membahas secara bersama-sama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya mereka sehari-hari dan/atau untuk pengembangan diri baik sebagai individu maupun sebagai siswa, dan untuk pengembilan keputusan dan/atau tindakan tertentu.

LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan masalah yang dialaminya melalui dinamika kelompok; masalah yang dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.

KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING
1.APLIKASIINSTRUMENTASI BK(TES/ NON-TES)
2.HIMPUNAN DATA (PRIBADI SISWA, PRESTASI, OBSERVASI, ABSENSI, CATATAN KEJADIAN)
3.KONFERENSI KASUS
4.KUNJUNGAN RUMAH
5.ALIH TANGAN KASUS

APLIKASI INSTRUMENTASI
Kegiatan pendukung BK untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.

HIMPUNAN DATA
Kegiatan pendukung BK untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data perlu diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.

KONFERENSI KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai fihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.

KUNJUNGAN RUMAH
Kegiatan pendukung BK untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga lainnya.

ALIH TANGAN KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penanganan masalah tersebut

KETENAGAAN DALAM PENGELOLAAN PROGRAM BK
- Guru BK:
Konselor, adalah guru yang berlatar-belakang pendidikan BK yang melakukan: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi/ penilaian, analisis, dan tindak lanjut program dan kegiatan layanan BK.
Guru Pembimbing, adalah Konselor dan Guru yang ditugaskan dalam penyelenggaraan bimbingan.
-Guru Mata Pelajaran, adalah mitra kerja Guru BK dalam pelaksanaan program BK.
-Wali Kelas, adalah mitra kerja dalam pelayanan BK.
-Kepala Sekolah, adalah penanggung jawab menyeluruh kegiatan sekolah, termasuk kegiatan BK.

PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
-Didasarkan KEBUTUHAN NYATA siswa
-LENGKAP dan MENYELURUH (memuat segenap fungsi BK)
-SISTEMATIS (disusun menurut urutan logis, singkron, dan tidak tumpang tindih).
-TERBUKA dan LUWES (mudah menerima masukan tanpa harus merombah program secara menyeluruh)
-Memungkinkan KERJASAMA dengan pihak terkait
-Dimungkinkan PENILAIAN dan TINDAK LANJUT.

KESIMPULAN
Perkembangan kemampuani siswa secara optimal untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan memecahkan masalah merupakan tanggung jawab yang besar dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman potensi pribadi sangat penting untuk perkembangan siswa sebagai manusia yang utuh. Di samping itu, dalam perkembangannya, siswa sering kali menghadapi masalah yang tidak nampu dipecahkan sendiri, sehingga mengganggu keberhasilan belajarnya. Untuk membantu proses perkembangan pribadi dan mengatas masalah yang dihadapi sering kali siswa memerlukan bantuan profesional. Sekolah harus dapat menyediakan layanan profesional yang dimaksud berupa layanan bimbingan dan konseling, karena sekolah merupakan lingkungan akan yang terpenting sesudah keluarga. layanan ini dalam batas tertentu dapat dilakukan guru. tetapi jika masalahnya berat diperlukan petugas khusus konselor untuk mengatasinya.
Menurut jenis permasalahannya guru atau konselor dapat memberikan bantuan dalam bentuk: (a) bimbingan belajar, (b) bimbingan sosial, dan (c) bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi. Semua bimbingan ini didasarkan atas prinsip, asas, orientasi, dan etika profesional.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: