Rangkuman Materi PLPG (jilid-2)

July 7, 2010 at 11:04 am | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dirangkum oleh: Koesnandar, S.Kom (09050222411218)

Teori-teori Belajar:
1. Behavioristik; penerapan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Belajar menurut persfektif behavioristik adalah perubahan perilaku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya.
2. Kognitif; belajar merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioristik
3. Konstruktivistik; pemaknaan pengetahuan struktural, bukan pengetahuan deklaratif sebagaimana pandangan behavioristik. Pengetahuan dibentuk oleh individu secara personal dan sosial.

Model-model Pembelajaran:
1. Pembelajaran Kooperatif memungkinkan siswa dapat belajar dengan cara bekerja bersama teman. Terdapat beberapa tipe seperti STAD (Student Teams Achievement Division), Jigsaw, Investigasi Kelompok, dan Pendekatan Struktural (dua macam struktur yang terkenal yaitu think-pair-share dan numbered-head together).
2. Inkuiri atau Belajar Melalui Penemuan; para siswa dapat belajar menggunakan cara berpikir dan cara bekerja para ilmuwan dalam menemukan sesuatu.
3. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction); menyajikan kepada siswa tentang masalah yang autentik dan bermakna yang akan memberi kemudahan kepada para siswa untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.
4. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction); siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku gurunya.

Pembelajaran Kontekstual
Atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membentuk hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pngetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh baru ketika ia belajar.

Mengapa CTL penting dalam pembelajaran?
Memiliki manfaat yang dirasakan guru dan siswa, antara lain
Anak didik dapat:
- mengaitkan mata pelajaran dengan pekerjaan atau kehidupan
- mengaitkan kandungan mata pelajaran dengan pengalaman sehari-hari
- memindahkan kemahiran
- memberi kesan dan mendapat bukti
- menguasai permasalahan abstrak melalui pengalaman konkrit
- belajar secara bersama
Pendidik dapat:
- menjadikan pengajaran sebagai salah satu pengalaman yang bermakna
- mengaitkan prinsip-prinsip mata pelajaran dengan dunia pekerjaan
- menjadikan penghubung antara pihak akademik dan vokasional atau industri

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan CTL:
- pembelajaran bermakna
- penerapan pengetahuan
- berpikir tingkat tinggi
- kurikulum yang dikembangkan berdasarkan standar
- responsif terhadap budaya
- penilaian authentik

Tujuh komponen pembelajaran kontekstual dapat diaplikasikan sbb:
- konstruktivisme
- menemukan
- bertanya
- masyarakat belajar
- pemodelan
- refleksi
- penilaian yang sebenarnya

Pengertian Asesmen:
Kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran.

Fungsi Asesmen:
- menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi
- mengevaluasi hasil belajar peserta didik
- menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik
- menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung
- kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik

Manfaat Asesmen:
- untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung
- untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi
- untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial
- untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan
- untuk memberikan pilihan alternatif penilaian kepada guru
- untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas
pendidikan

Prinsip-prinsip Asesmen:
- menyeluruh; mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar
- berkesinambungan; dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus
- obyektif; harus adil, terencana dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor
- mendidik; proses dan hasil asesmen dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi guru, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan bekembang secara optimal

Rambu-rambu Asesmen:
- memandang asesmen dan kegiatan pembelajaran secara terpadu
- mngembangan strategi yang mendorong dan memperkuat asesmen sebagai cermin diri
- melakukan berbagai strategi asesmen
- mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik
- mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi
- menggunakan cara dan alat asesmen yang bervariasi
- mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin

Karakteristik Asesmen:
- belajar tuntas; peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya
- penilaian otentik; memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu
- bersifat kesinambungan; untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus

Teknik Asesmen:
- penilaian unjuk kerja; dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu
- penilaian sikap; sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki seseorang.
- penilaian tertulis; merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan
- penilaian proyek; kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu
- penilaian produk; penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk
- penilaian portofolio; penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu waktu tertentu
- penilaian diri; teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajari
- latihan

Pengertian Silabus
Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Buku.

Prinsip Pengembangan Silabus:
- ilimiah; haus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan
- relevan; sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik
- sistematis; saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi
- konsisten; ada hubungan yang konsisten antara KD, indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian
- memadai; cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar
- aktual dan kontekstual; memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi
- fleksibel; dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat
- menyeluruh; mencakup keseluruhan rana kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)

Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP)
Mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. RPP merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk pencapaian penguasaan setiap Kompetensi Dasar.

Langkah-langkah penyusunan RPP:
- mencantumkan identitas (nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, alokasi waktu)
- mencantumkan tujuan pembelajaran (format ABCD, Audience Behavior Condition Degree)
- mencantumkan materi pembelajaran
- mencantumkan metode pembelajaran
- mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran (Awal/Pendahuluan, Inti, Penutup)
- mencantumkan sumber belajar (rujukan/referensi, alat dan bahan, media, narasumber)
- mencantumkan penilaian (teknik penilaian, bentuk penilaian, soal/instrumen, kunci jawaban, teknik penskoran)

Definisi media pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima.

Fungsi media pembelajaran
Sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa).

Peranan Media
- penggunaan AVA (Audio Video Aids) dapat memperluas saluran komunikasi antara guru dan siswa
- membangkitkan motivasi siswa dalam belajar
- siswa dapat terlibat langsung dengan materi yang diajarkan
- siswa dapat menyentuh dan mengobservasi benda tersebut dan memperoleh informasi yang diperlukan

Karakteristik Media
1. Manipulative property (mentransformasi obyek) / Media grafis (Gambar/foto, grafik, peta, poster, kartun)
2. Distributive property (menyebarkan informasi)/ Media audio (radio, cassete)
3. Fixative property (merekam peristiwa) / Media proyeksi diam (handycam, proyektor ohp/lcd, animasi)

Ada 4 model pembelajaran
1. Tradisional/Konvensional
2. Media sebagai alat bantu
3. Guru berbagi tugas dengan media
4. Pembelajaran yang dimediakan

Media memiliki kemampuan:
- membuat konsep yang abstrak menjadi konkrit
- membawa objek yang berbahaya menjadi tidak berbahaya
- menampilkan objek yang terlalu besar menjadi kecil
- menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang
- mengamati gerakan yang terlalu cepat atau lambat
- membangkitkan motivasi
- mengatasi ruang dan waktu
- memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi

Beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam memilih suatu media untuk pembelajaran:
- approriateness/kesesuaian; sesuai dengan tujuan pembelajaran
- level of sophistication; mengacu pada kesesuaian media dengan tingkat kemampuan/level siswa
- cost/biaya; biaya sebanding dengan keuntungan yang dapat diperoleh dari pembelajaran dengan media tersebut
- availibility/ketersediaan; media tersebut harus tersedia
- technical quality/kualitas teknis; media tersebut harus berkualitas baik

Daya Serap menurut Horrison
Apa yang didengar = 10%
Apa yang dilihat = 20-30%
Apa yang diucapkan = 30%
Apa yang dilakukan = 90-100%

Penelitan Tindakan Kelas (PTK)
Atau Classroom Action Research (CAR) merupakan salah satu persfektif baru dalam penelitan pendidikan yang mencoba menjembatani antara praktik dan teori dalam bidang pendidikan.

Prinsip-prinsip PTK:
- guru mengajar siswa sebaiknya tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar
- metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan
- metodologi yang digunakan harus cukup reliabel
- masalah penelitian merupakan masalah yang cukup merisaukannya
- guru kelas harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya
- permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan/atau mata pelajaran tertentu, melainkan dalam persfektif misi sekolah secara keseluruhan

Karakteristik PTK:
- an inquiry of practice from within
- self-reflective inquiry
- adanya siklus pelaksanaan yang berpola: perencanaan-pelaksanaan-observasi-refleki-revisi

Manfaat dan keterbatasan PTK:
- peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan masalah pembelajaran
- peningkatan kualitas masukan, proses, dan hasil belajar
- peningkatan profesionalisme guru
- penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian

MATERI KULIAH JARINGAN KOMPUTER

Topologi jaringan memiliki tiga jenis:
- Topologi Bus; menghubungkan komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan sebuah bus bar yang terbuka ujung-ujungnya
- Topologi Ring; merupakan sebuah bus bar yang tertutup sehingga menyerupai sebuah cincin
- Topologi Star; banyak digunakan saat ini

Pengalamatan
IP Address merupakan sebuah alamat unik dan spesifik yang dimiliki oleh sebuah komputer dalam sebuah jaringan untuk membedakan satu dengan komputer lainnya.

IP Address dikelompokkan menjadi kelas-kelas:
Kelas A : 1.0.0.0 sampai 127.255.255.255
Kelas B : 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
Kelas C : 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
Kelas D : 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
Kelas E : 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255

Di dalam setiap kelas terdapat IP Address istimewah yang tidak boleh digunakan sebagai alamat komputer. IP Address 127.0.0.0 tidak dapat digunakan karena digunakan oleh sistem operasi komputer. Di samping itu kelas A, B, dan C masing-masing dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok IP Public/WAN yang digunakan untuk server sehingga dapat diakses dari seluruh dunia dan kelompok IP Private/Local untuk LAN.

IP Lokal:
Kelas A : 10. 0.0.0 sampai 10.255.255.255
Kolom ke 1 untuk jaringan dan kolom ke 2 – 4 untuk komputer

Kelas B : 172. 16.0.0 sampai 172.31.255.255
Kolom ke 1 dan 2 untuk jaringan dan kolom ke 3 dan 4 untuk komputer

Kelas C : 192.168.0.0 sampai 192.168.255.255
Kolom ke 1 – 3 untuk jaringan dan kolom ke 4 untuk komputer

Contoh
Kelas A : 10.10.10.10
Artinya : Jaringan Kelas A yang ke 10. Komputer yang ke (10x10x10)=1.000

Kelas B : 172.16.50.10
Artinya : Jaringan Kelas B yang ke (172×16)=2.752. Komputer yang ke (50×10)=500

Kelas C : 192.168.10.20
Artinya: Jaringan kelas C yang ke (192x168x10)=322560. Komputer yang ke 20

IP Kelas C 192.168.10.20 dimulai dari 192.168.10.0 sampai 192.168.10.255.
IP 192.168.10.0 TIDAK DAPAT digunakan sebagai IP komputer karena IP tersebut merupakan IP untuk jaringan.
IP 192.168.10.255 TIDAK DAPAT digunakan sebagai IP komputer karena IP tersebut merupakan IP untuk broadcoast.
Jadi IP yang DAPAT digunakan untuk komputer mulai 192.168.10.1 sampai 192.168.10.254.

Subnet Mask
A subnet mask is a number that looks like an IP Address. It shows TCP/IP how many bits are used for the network portion of the IP Address by covering up, or “masking” the IP Address’s network portion.

Kelas-kelas Subnet mask
Kelas A : 255.0.0.0
Kolom ke 1 untuk jaringan dan kolom ke 2 – 4 untuk komputer

Kelas B : 255.255.0.0
Kolom ke 1 dan 2 untuk jaringan dan kolom ke 3 dan 4 untuk komputer

Kelas C : 255.255.255.0
Kolom ke 1 – 3 untuk jaringan dan kolom ke 4 untuk komputer

Contoh di dalam sebuah lab.komputer terdapat 40 PC dimana 1 untuk server dan 39 untuk user.
Cara menentukan IP Address adalah:
Pada kolom ke 4 digambarkan 00000000 agar bisa menangani jumlah komputer tersebut.
Bit ke 0 (paling kanan) bernilai 2 pangkat 0 = 1
Bit ke 1 bernilai bernilai 2 pangkat 1 = 2
Bit ke 2 bernilai bernilai 2 pangkat 2 = 4
Bit ke 3 bernilai bernilai 2 pangkat 3 = 8
Bit ke 4 bernilai bernilai 2 pangkat 4 = 16
Bit ke 5 bernilai bernilai 2 pangkat 5 = 32
Bit ke 6 bernilai bernilai 2 pangkat 6 = 64
Bit ke 7 (paling kiri) bernilai bernilai 2 pangkat 7 = 128

Jumlah nilai dari bit ke 0 hingga 5 yang mendekati jumlah PC yakni 1+2+4+8+16+32=63. Artinya bit yang terisi sebanyak 6 buah bilangan biner maka host yang bisa dihandel sebanyak 2 pangkat 6 = 64 host.
Sedangkan nilai bit ke 6 dan ke 7 sebagai jumlah kelompok. Artinya bit yang terisi sebanyak 2 buah bilangan biner maka banyaknya kelompok adalah 2 pangkat 2 = 4 kelompok.

Jadi masing-masing kelompok memiliki 64 host.
IP Address dari masing-masing adalah
Kelompok 1 : 0 – 63
Kelompok 2 : 64 – 127
Kelompok 3 : 128 – 191
Kelompok 4 : 192 – 255

Kelompok 1 tidak bisa digunakan karena untuk IP Jaringan.
Kelompok 4 tidak bisa digunakan karena untuk IP Broadcast.
Yang bisa digunakan untuk IP Komputer adalah Kelompok 2 atau Kelompok 3.

Misalnya kita menggunakan Kelompok 2 maka bisa digambar IP Address-nya sbb:
192.168.1.64/26 –> IP Jaringan
192.168.1.65 —
. |
. > IP yang bisa digunakan komputer
. |
192.168.1.126 —
192.168.1.127/26 –> IP Broadcast

Angka 26 didapat dari gambaran biner IP subnet mask 11111111 11111111 11111111 11000000.
Kolom ke 1 hingga 3 masing-masing berisi angka biner 1 sebanyak 8 buah, maka setiap kolomnya bernilai 8. Sedangkan kolom ke 4 berisi angka biner 1 sebanyak 2 buah. Jadi bila dijumlahkan maka nilainya 26 (dari 8+8+8+2)

Cara menentukan IP Subnet mask adalah:
Biner subnet mask 11111111 11111111 11111111 11000000.
Kolom ke 4 menunjukkan jumlah kelompok dan jumlah host, maka Kolom ke 4 memiliki nilai 192.
Bit ke 0 hingga 5 berisi angka biner 0. Bit 6 dan ke 7 berisi angka biner 1. Maka nilainya adalah 64 (2 pangkat 6) + 128 (2 pangkat 7) = 192.

Jadi IP Subnet mask adalah:
11111111 11111111 11111111 11000000 —> 255.255.255.192

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. alhamdulilah artikel tsb sangat bermanfaat bagi anda. thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: