Rangkuman PPD Bab-4

June 25, 2010 at 6:56 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Koesnandar, 0923385P1, STKIP PGRI Sidoarjo

1. Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berpikir. Banyak definisi tentang inteligensi namun makna inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berpikir dan bertindak. Kemampuan berpikir diukur dengan tes inteligensi. Tes inteligensi yang terkenal adalah tes Binet-Simon. Hasil tes inteligensi dinyatakan dalam bentuk nilai IQ, dan hal itu banyak gunanya karena tingkat inteligensi berpengaruh terhadap banyak aspek.
2. Kemampuan berpikir berpengaruh terhadap tingkah laku. Seseorang yang berkemampuan berpikir tinggi akan cekatan dan cepat dalam bertindak, terutama dalam menghadapi permasalahan. Hal ini akan berakibat pada pembentukan sikap mandiri.
3. Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja dapat disebutkan sebagai berpikir deduktif-hipotesis dan berpikir kombinatoris.
4. Perkembangan inteligensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengalaman belajar termasuk berbagai bentuk latihan, lingkungan, terutama kondisi lingkungan keluarga. Oleh karena itu terdapat perbedaan kemampuan dan irama perkembangan inteligensi individu. Secara umum dapat dikenal pengelompokan individu berdasarkan tingkat kecerdasannya dalam beberapa tingkat atau jenjang; kelompom anak berkelainan mental, kelompok anak bodoh, anak normal, anak pandai, anak cerdas, dan anak istimewa (jenius).
5. Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perkembangan sosial anak remaja dipengaruhi: kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi.
6. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi faktor-faktor: usia anak, kondisi keluarga, tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik anak terutama dari kesehatannya.
7. Bakat adalah sifat atau kemampuan potensial yang dimiliki seseorang dan akan berkembang dengan amat baik jika mendapatkan rangsangan yang tepat. Secara umum bakat itu mencakup 3 dimensi yakni perseptual, psikomotor, dan intelektual. Perkembangan bakat seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam anak dan faktor lingkungan.
8. Bentuk-bentuk belajar mengajar seperti diskusi, bersandiwara, rekreasi, penemuan, latihan pemecahan masalah, dan belajar kelompok merupakan upaya pendidikan untuk mengembangkan intelek, hubungan sosial, dan bahasa. Pemupukan bakat terutama bakat khus dapat dilakukan dengan pemberian rangsangan dan motivasi yang tepat serta penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif.

Rumus perhitungan IQ = (MA / CA) x 100
IQ=Intelligence Quotient (perbandingan kecerdasan)
MA=Mental Age (umur kemampuan mental atau kecerdasan)
CA=Chronoligal Age (umur kalender)

Karakteristik perkembangan intelek remaja:
Sifat deduktif hipotesis; dalam menyelesaikan suatu masalah, seorang remaja akan mengawalinya dengan pemikiran teoritik. Ia menganalisis masalah dan mengajukan cara-cara penyelesaian hipotesis yang mungkin.
Berpikir operasional juga berpikir kombinatoris; sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara bagaimana melakukan analisis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek:
Pandangan pertama yang mengakui bahwa inteligensi itu adalah faktor bakat, dinamakan aliran nativisme, sedangkan pandangan kedua yang menyatakan bahwa inteligensi itu dapat dipengaruhi oleh lingkungan dinamakan aliran empirisme.

Menurut Andi Mappiare, hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain:
1) Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berpikir reflektif.
2) Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berpikir proporsional.
3) Adanya kebebasan berpikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan, dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.

Nilai IQ dapat dikategorikan menjadi 6 kelompok:
kurang dari 71, anak mengalami kelainan mental
71-85, anak di bawah normal (bodoh)
86-115, anak yang normal
116-130, anak di atas normal (pandai)
131-145, anak yang superior (cerdas)
lebih dari 145, anak istimewa (jenius)

Nilai IQ dan klasifikasinya
kurang dari 68 –> terbelakang
68-79 –> perbatasan
80-90 –> kurang dari rata-rata
91-110 –> rata-rata (normal)
111-119 –> di atas rata-rata
120-127 –> superior
lebih dari 127 –> sangat superior

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: