Tugas PPD Bab-3

June 25, 2010 at 6:51 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Koesnandar, 0923385P1, STKIP PGRI Sidoarjo

Arti dan ciri-ciri pertumbuhan remaja
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.

Perubahan-perubahan ini meliputi:
– Perubahan ukuran tubuh; irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar 2 tahun sebelum anak mencapai taraf pematangan kelaminnya.
– Perubahan proporsi tubuh; ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada pula bagian tubuh yang semakin proporsional.
– Munculnya ciri-ciri kelamin yang utama; ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat ia berumur 14 tahun, yaitu saat pertama kali anak laki-laki mengalami “mimpi basah”. Sedangkan pada anak perempuan, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun , yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi atau haid.
– Ciri kelamin kedua; ciri kelamin kedua pada anak perempuan adalah membesarnya buah dada dan mencuatnya putting susu, pinggul lebih lebar daripada lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, dan suara bertambah nyaring. Sedang pada anak laki-laki adalah tumbuhnya kumis dan jenggot, otot-otot mulai tampak, bahu melebar lebih besar daripada pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu di ketiak, bulu dada, dan bulu di sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.

Perbedaan individual tentang pertumbuhan
a. bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berbeda-beda dan berkisar antara 10,5 tahun dan 16 tahun.
b. bagi remaja perempuan, percepatan pertumbuhan dimulai antara umur 7,5 tahun dan 11,5 tahun dengan umur rata-rata 10,5 tahun. Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada umur 12 tahun, yakni kurang lebih 6-11 cm setahun

Pengaruh pertumbuhan fisik terhadap perilaku remaja
1. pengaruh keluarga; meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan keluarga
2. pengaruh gizi; anak yang memperoleh gizi cukup akan lebih tinggi tubuhnya
3. gangguan emosional; anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan, dan ini akan membawa berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitari
4. jenis kelamin; anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan
5. status sosial ekonomi; anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah cenderung lebih kecil
6. kesehatan; anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat
7. pengaruh bentuk tubuh; bangun/bentuk tubuh, apakah mesamorf, ektomorf, atau endomorf, akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak

Hal yang perlu dilakukan oleh pendidik dalam proses pendidikan untuk membantu pertumbuhan remaja adalah memberikan dorongan untuk belajar kelompok, pembentukan kelompok olah raga, kegiatan pramuka, dan pembiasaan hidup sehat perlu dikembangkan. Di sekolah, kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler perlu diselenggarakan secara terprogram.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: